Artikel ini ditulis oleh http://suryosumarto.com/ , kurang lebihnya aku sangat setuju dengan saran-saran dan kenyataan yang ada.
Walaupun apapun itu semua pasti ada resikonya, yang terpenting kita menjalaninya sesuai proporsi yang semestinya..
Saya sendiri cenderung untuk memilih dan punya impian sebagai Business Owner bukan sebagai Employee (walaupun saat ini saya masih berstatus Employee).. Sama-sama beresiko akan tetapi minimal dapat membantu membuka lapangan kerja, menambah pemasukan negara, juga punya kebebasan waktu , syukur-syukur kebebasan financial.
Ada baiknya artikel dibawah ini dibaca untuk menumbuhkan sikap siaga jika suatu saat kita mengalami masalah yang sama, dan terbuai pada “comfort zone” saat ini.
Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai “secured jobs”
Sekitar awal tahun 2000 ada sebuah artikel di majalah terbitan luar negeri yang menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman Brothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley.
Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan.
Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Lehman Brothers sendiri mulai beroperasi sejak tahun 1850.
Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America?
Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu – apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orangpun yang bisa menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisiperekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.
(Bukan bermaksud memprovokasi) Jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena Perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda.
Beberapa hal yang perlu juga dipertimbangkan adalah:
-
Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada Perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.
-
-
Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang generalis.
-
Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana.
-
Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya “comfort zone” dan “job security” — those are totally bullshit!







