Yuk hitung pajak sendiri


Perhitungan PPh 21 pribadi sangat mudah, jadi kita harus bisa menghitung pajak diri kita sendiri. Biasanya karyawan telah dipotong langsung pajaknya oleh perusahaan. Ga mau khan terima gaji dengan potongan pajak tapi kita ga tau bgmn perhitungannya, jangan2 salah hitung lg hihihi
Sebelum kita hitung, kita harus tau peraturan pajak untuk pribadi yang berlaku saat ini (PER-15/PJ/2006 Pasal 8 ayat 3).

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak):
Pribadi                  : Rp 13.200.000 /th    atau Rp 1.100.000/bln.

Tambahan jika memiliki
Istri                       : Rp  1.200.000/th     atau Rp   100.000/bln. 
Anak (max) 3   @: Rp  1.200.000/th     atau Rp   100.000/bln.
Tarif Pajak Progresif:
  0 – 25  jt :  5%
 25 – 50  jt : 10%
 50 – 100 jt  : 15%
100 – 200 jt : 25%
>200 jt  : 35%
Contoh perhitungan sederhana:

Ali pegawau perusahaan PT.X menikah dengan 1 anak. Gaji perbulan Rp 2 jt.
PT. X membayar premi jaminan kecelakaan kerja (JKK) 10 rb dan jaminan kematian (JK)  6 rb
PT. X menanggung jaminan hari tua (JHT) 74 rb dan Ali membayar JHT 40rb
PT. X membayar iuran pensiun ke dana pensiun 70 rb dan Ali membayar 42.8 rb

Perhitungan PPh 21:
Gaji Sebulan               Rp 2.000.000
Premi JKK                (Rp    10.000)
premi  JK                  (Rp     6.000)
Penghasilan Bruto                                             Rp 2.016.000
       
Pengurangan :
Biaya Jabatan  Rp 108.000 max
Iuran pensiun  Rp   42.800
Iuran JHT        Rp   40.000
Total Pengurangan                                            (Rp   190.800)
Penghasilan per bulan                                        Rp 1.825.200

Penghasilan netto setahun
12 x Rp 1.825.200                                                                              Rp 21.902.400
PTKP:
Pribadi                              Rp 13.200.000/th 
tambahan memiliki istri Rp  1.200.000/th
tambahan 1 anak            Rp  1.200.000/th
Total PTKP                                                                                         (Rp 15.600.000)
PKP setahun                                                                                         Rp  6.302.400

PPh Pasal 21 terutang
5% x 6.302.400  = Rp 315.120

PPh Pasal 21 sebulan
Rp 315.120 / 12  = Rp  26.260

35 responses to this post.

  1. hehehe…

    sudah lapor pajak belum mba??? ;)


    Uda dong pasti…., kan uda dipotongin ma perusahaan.. tiap bulan tinggal cek laporannya ajah…
    hehehhee … kamu gimana??

    Reply

  2. Posted by Bambang on April 3, 2008 at 3:00 am

    Mba’ saya accunting baru yang belum begitu paham dgn masalah pajak ,ditempat sy bekerja ceritanya .Pada tahun 2004 perusahaan untung MIlyaran gitu deh.Kemudian dibuat laopran agar pajak yg dibayar sedikit.Nah ternyata pada tahun 2005,2006 Perusahaan mengalami kerugian.Tapi tetap dilaporkan tidak rugi alias pura2 untung.Karena kata akunting lama kalu dilaporkan rugi dua tahun berturut2.maka akan diperiksa Laporan keuanganya.Karena takut Laporan 2004 diketahui makanya dibuat pura2 untung.Pada tahun 2007 Perusahaan diambil alih oleh pemilik baru,tapi tetap mengalami kerugian sekitar 400 jutaan.Dan saya laporkan apa adanya,tidak dibuat pura2 untung ,karena pemilik baru punya itikad baik.Bgmn seharusnya yg saya lakukan. Terima kasih atas jawabanya.

    Hallo, aku jawab sebisa ku ya ini juga sempet ngobrol2 dengan yang lebih berpengalaman hehehhe…

    Pemeriksaan bisa terjadi oleh beberapa hal antara lain:
    • kalo perusahaan rugi
    • prsh lebih bayar …(refund) jg diperiksa sblm pengembalian
    • Suspect to crime
    • emang sdh waktunya diperiksa (sampling) walaupun dia gak rugi ..

    Sebenarnya boleh dibilang dari awal pelaporan pajak yang tidak sesuai kondisi sebenarnya its a crime. Memang susah sebagai karyawan kita sering dihadapi dengan kondisi dilemma. Dituruti berdosa, tidak dituruti bisa dipecat.

    Tapi ini bisa dijadikan pelajaran untuk tidak mengikuti hal yg kurang baik, karena peraturan pajak saat ini sangat tegas. Jika terbukti melakukan crime resikonya bisa dipenjara.

    Kalau menurut saya ya tidak apa apa. Tindakan melaporkan kondisi yang sebenarnya adalah hal yang benar. Toh siapa yang menjamin jika dilaporkan tidak rugi, perusahan anda tidak diperiksa, mengingat alasan pemeriksaan bisa bermacam2..

    Dari referensi teman saya bisa baca kompas tgl. 24 Maret 2008, ada pemberitahuan mengenai pembetulan SPT Badan . silakan mencoba!

    Reply

    • Posted by kormamadu on September 16, 2009 at 4:16 am

      Meskipun pertanyaan sudah dijawab oleh blog owner, saya ingin menyampaikan pendapat saya berkenaan dengan pertanyaan tersebut. Just wanna share information n knowlegde bout taxation.

      Untuk Tahun Pajak 2005 dan 2006 masih menggunakan UU Nomor 16 Tahun 2000 tentang Perubahan Kedua Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) dan peraturan pelaksanaan yang terkait dengan pemeriksaan pajak ada di PMK Nomor 199/PMK.03/2007 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak.
      Pemeriksaan Pajak ada 2:
      1. Pemeriksaan Rutin
      2. Pemeriksaan dengan tujuan lain
      Pemeriksaan Rutin maksudnya adalah pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan WP, dan dapat dilakukan dalam hal WP: (pasal 3 PMK Nomor 199/PMK.03/2007)
      1. menyampaikan SPT yang menyatakan lebih bayar, termasuk yang diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak (pasal 17 C UU KUP).
      2. menyampaikan SPT yang menyatakan rugi
      3. tidak menyampaikan atau menyampaikan SPT tetaoi melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Surat Teguran.
      4. merger, likuidasi, bubar,atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.
      5. menyampaikan SPT yang memenuhi kriteria analisis risiko yang mengindikasikan adanya kewajiban perpajakan yang tidak dipenuhi.

      Dalam kasus ini, WP akan diperiksa karena menyampaikan SPT yang menyatakan rugi. Tidak harus 2 tahun berturut-turut SPT rugi baru diperiksa,

      Untuk pelaporan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenernya, Anda bisa melihat pada BAB VIII UU KUP tentang Ketentuan Pidana, Salah-salah bisa dilakukan penyidikan jika terdapat indikasi tindak pidana dalam pemenuhan kewajiban perpajakan WP.

      Everything’s back to ourself, berkutat dengan uang memang bukan hal yang mudah, terlalu banyak godaan yang bisa mengganggu independensi dan menimbulkan conflict of interest.
      Yah…Bersikap profesional adalah yang terbaik!!

      Reply

  3. Posted by ninin on April 8, 2008 at 8:31 am

    mbak mo nanya…
    kalo tunjangan transport, voucher HP, out patient apakah kenapa pajak juga?thanks banget yach

    Hi Ninin,

    Tunjangan itu termasuk objek pajak baik tunjangan transport, komunikasi , dan out patient… Jika tunjangan komunikasi diberikan berupa voucher HP (tergolong Natura/berupa barang) maka ga kena pajak.. :P
    Kantorku pernah memberikan THR berupa voucher belanja, alasannya biar ga kena pajak hehhehe :P

    Reply

  4. salam kenal

    Reply

  5. Posted by edja on June 11, 2008 at 12:56 pm

    Mbak,
    apakah lembur terkena pajak..????

    Reply

  6. Posted by kartikasari08 on June 12, 2008 at 12:06 am

    Hi Edja,
    Lembur pasti kena pajak karena termasuk imbalan atas pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh. Seperti saya, semakin banyak lembur, semakin besar juga pajak yang harus dibayar .

    biar lebih jelas disini dijelaskan tentang objek pajak penghasilan
    http://www.kanwilpajakkhusus.depkeu.go.id/penyuluhan/pph/objectpph.htm

    Reply

  7. Posted by Kiky on July 9, 2008 at 3:17 am

    Salam Kenal Mbk..

    Lgsg saja, saat ini saya bekerja di perusahaan PMA di bidang konsultan kehutanan, pertanyaan saya yaitu ;
    1. Apakah saja kah perbedaan hak dan kewajiban perush. PMA dibanding PDN ?

    2. Bagaimana perhitungan untuk pegawai yg tidak tetap / kontrak dimana kontraknya tidak sampai setahun?

    3. Perusahaan wajib memberikan bukti pot. pph21 kepada krywn, bagaimana kah pengisisan dalam SPT & Bukti potongnya. apakah 1 per satu karyawan atau di gabung?

    Terima Kasih, sebelumnya

    Salam, Kiky

    Reply

  8. Posted by aryodiponegoro on September 4, 2008 at 4:39 am

    duh pajak…
    kok masih males ngitungnya ya…

    Reply

  9. Posted by bagas on November 7, 2008 at 2:01 am

    Mbak , langsung aja salam kenal dan sy mau tanya kalau wajib pajak wania apakah ada ptkp untuk suami kemudian anak. terima kasih banget

    Reply

  10. Hi Bagas,
    Salam kenal juga… WP wanita hanya dapat PTKP atas dirinya sendiri kalau suaminya bekerja (PTKP anak sudah ditanggung suami)

    Reply

  11. tks for sharingnya.. mba mau tanya kalo suami tidak bekerja kantoran/wiraswasta sendiri gimaan perhitungannya?
    kalo di tempat saya bekerja, kata keunya walopun kt nikah diyulis tdk kawin karena katanya lebih menguntungkan alias potongan pajaknya jadi gak besar, bener gak mba? trm kasih..

    Hi Irma,
    Penghasilannya dihitung aja totalnya selama setahun .. baru dihitung pajaknya seperti biasa.

    Sebagai Istri bekerja PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) sebesar setahun Rp 13.200.000 (atas dirinya sendiri), sebagai wanita single pun PTKP sebesar Rp 13.200.000. Jadi kesimpulannya pajaknya sama aja :) benar khan?

    Reply

  12. Posted by yanti on November 14, 2008 at 8:47 am

    salam kenal mbak,
    saya mo tanya bagaimana ya cara perhitungan pajak perorangan kalo punya usaha dirumahan……thx ya

    Reply

  13. Posted by Charles on November 17, 2008 at 1:14 am

    salam kenal mbak,
    saya juga mo mo tanya,
    bilamana artikel anda di share di milis: Bisnis_Center@yahoogroups.com

    Trims

    Reply

  14. Posted by Fitri on November 17, 2008 at 8:10 am

    salam kenal mbak
    mbak saya mau tanya bagai mana cara perhitungan pph psl 21 jika perusahaan baru beroperasional 16 september 2008, soalnya aku dengernya beda-beda, ada yang netto dikalikan bln bekerja ada yang tetap dikali 12.

    kutunggu jawabannya ya….thx

    Reply

    • Posted by kormamadu on September 16, 2009 at 4:20 am

      Mbak bisa melihat perhitungan lebih detilnya dengan download peraturan di http://www.pajak.go.id, nama peraturan Peraturan Dirjen Pajak Perdirjen Nomor-31/PJ./2009 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, Dan Kegiatan Orang Pribadi. Di situ dilengkapi dengan contoh kasus beserta perhitungan pajaknya. Semoga bisa membantu.

      Reply

  15. Posted by ali on November 27, 2008 at 5:42 pm

    salam kenal mbak
    mau tanya,itu yang kena pajak gaji pokok ato gaji bruto…?

    Reply

  16. Posted by Eka Setya Adrianto, SE on December 1, 2008 at 2:59 pm

    salam kenal semua…

    Berhubung ada beberapa comment yang belum di balas, mgkn mba kartika sibuk, maka saya akan mencoba membantu

    1) Mba Yanti: Pajak perorangan untuk usaha

    Pada prinsipnya untuk usaha perorangan hampir sama karakteristiknya dengan pajak karyawan, meskipun sedikit lebih rumit.

    Pertama saya mau tanya dulu ke mba, apakah usaha mba sudah melakukan pembukuan atau belum?
    >apabila sudah dilakukan pembukuan (terutama usaha mba beromset >= 600jt, maka harus melakukan pembukuan) maka mba dapat langsung saja memasukan laba bersih usaha mba sebagai penghasilan mba, lalu di tambah penghasilan lain, setelah itu melakukan perhitungan persis dengan yang di contohkan mba kartika, bedanya penghasilan brutonya berasal dari laba bersih usaha mba dan tidak ada biaya jabatan tentunya karena usaha pribadi.
    >apabila belum melakukan pembukuan maka dihitung dengan omzet dikali persentase tarif jenis usaha mba yang bisa didapat di dirjen pajak, contoh :
    -usaha rumah makan tarif 25% untuk 10 kota2 besar (misalnya jakarta, bandung, semarang, dll)
    -Omset Rp 50.000.000

    Penghasilan bruto= Rp 50.000.000 x 25% = Rp 12.500.000

    Jadi laba bersih usaha mba dianggap Rp 12.500.000 meskipun kenyataannya lebih besar atau lebih kecil dari angka tersebut.
    setelah itu perhitungan sama dengan contoh dari mba kartika.

    Pada intinya perbedaan hanya pada penghasilan bruto saja yang lainnya tidak jauh beda.

    Selamat mencoba…

    2) Mas Ali: kena pajak gaji pokok atau bruto
    Tentunya gaji bruto mas ali (termasuk tunjangan-tunjangan yang mas ali dapat seperti transportasi, makan, kesehatan, dll.)

    Semoga informasi ini berguna

    Reply

  17. Posted by Eka Setya Adrianto, SE on December 1, 2008 at 3:13 pm

    Untuk mba fitri,

    Saya coba bantu jawab lagi nih mba,

    untuk kasus kaya mba fitri memang cukup rumit karena ada di pertengahan bulan. klo mba dengar di kali 12 itu bertujuan untuk disetahunkan.

    klo saya boleh saran sebaiknya mba bukan menggunakan perhitungan bulanan melainkan perhitungan harian untuk bulan septembernya, jadi harus ada penghasilan perharinya, sebulan dianggap 30 hari dan setahun dianggap 360 hari.

    semoga dapat terbantukan… tq

    Reply

  18. Posted by kartikasari08 on December 2, 2008 at 12:21 am

    Terima kasih Mas Eka atas bantuannya menjawab comment hehhehe :)

    Reply

  19. Posted by Erna on December 22, 2008 at 8:13 am

    Hi Kartika,
    salam kenal :)

    Boleh tanyaa….? :)
    Aku kebetulan dari kantor dapat fasilitas mobil, berupa COP (Car Ownership Program) selama 5th, jadi kantorku cicil ke leasing per bulan selama 5th untuk mobil yg aku pake. Aku kurang tau brpaa mereka bayar perbulan, yang pgn aku tanyain:
    yg model bgitu, kena pajak gak yah? ;)

    Thanks a lot,
    Erna

    Reply

  20. Posted by Harjo Kusumo on December 26, 2008 at 1:00 pm

    Salam Kenal….

    Mbak.. boleh tanya….???
    Pekerjaan saya dibidang jasa, jadi penghasilan saya tidak menentu, kadang besar melebihi kebutuhan perbulan saya, kadang juga kurang. bagaimana dengan perhitungan pajaknya.
    saya sudah mendaftarkan NPWP pribadi saya. tapi saya belum melaporkan dan belum pernah membayarkan pajak saya.
    dan untuk harta kekayaan, saya harus melaporkan apa, karena menurut saya saya blm mempunyai apapun selain 1 buah motor, yang dibeli beberapa tahun lalu.

    terima kasih

    Reply

  21. mba selamat siang dan salam kenal,
    saya mau nanya suami saya kerja di perusahaan dan saya punya usaha sendiri bagaimana perhitungan PPh Ps.21 nya
    apakah penghasilannya digabungkan dan berapa u/ PTKP nya
    Terima kasih
    Salam

    Reply

  22. Posted by Samatha on February 12, 2009 at 3:20 am

    Saya mau tanya nih saya kerjanya freelance designer kecil2an maklum baru lulus kuliah

    kemarin ada promo buat npwp saya ikut

    skrg saya di kirimin surat dr kantor pajak di suruh bayar
    pph pasal 25
    pph pasal 29
    dan pph pasal 4(2)

    kalau penghasilan saya 1jt gitu sebulan kurang lbhnya jd berapa ya yg hrs saya byr

    kalau bisa kasih perincian mbak saya bingung >.<

    makasih ya ^^

    Reply

  23. Posted by Dodo on February 13, 2009 at 2:48 pm

    Salam kenal,
    Saya adalah wp baru,saya masih bingung nih cara hitung pajak atas penghasilan saya.
    Misalkan penghasilan saya 1 bulan Rp 10.000.000
    berapakah pajak yang saya harus bayar ?????
    Kemudian apa bedanya yang kita bayar tiap bulan dan yang pada akhir tahun pada saat mengisi spt tahunan……..thx

    Reply

  24. Posted by arbani on March 16, 2009 at 4:06 am

    bagi yang pengen minta dibantuin biuatn spt ( pajak badan maupun SPT Pribadi) bisa kontak saya di email.
    Biaya Jasa ngga mahal

    Reply

  25. Posted by tjandrawinata on March 28, 2009 at 9:56 am

    mas arbani emailnya saya mo tau atawa no telp yang bisa dihubungi………….thx

    Reply

  26. Posted by joko lelono on May 23, 2009 at 11:21 am

    terima kasih ya….

    Reply

  27. Posted by Sabrow on October 19, 2009 at 6:40 am

    Mau nanyain pajak supplier, kira2 kl total nilai order Rp. 7000000 Pajaknya berapa ya?

    Reply

  28. Posted by lutfi on December 27, 2009 at 7:18 am

    lam kenal..
    info n’ contoh perhitungannya enak dibaca..
    saya mau salin contoh tersebut yaa.. thanx..

    Reply

  29. Posted by Yon on January 17, 2010 at 2:46 pm

    Wahh pusing… Mau Bayar pajak aja dibuat pusing.. tolong dong pemerintah dibuat mudah.. teruatam buat yang usahanya pas-pasan.. Mikirn usahanya aja sudah pusing tambah beban byat hitung pajak.. Tobattt deh..

    Reply

  30. Posted by jmam on January 19, 2010 at 12:05 am

    mbak met pagi.
    mbak saya mau tanya mbak u.potongan pajak ps 21. karena saya kerja sendiri dan saya rata rata pemasukan 5 jtan dan saya punya 1.asuransi saya 875rb/bulan.2.anak 2 yg 1 masuk asuransi 350 rb/bulan 3.bayar cicilan rumah.4.dan sisanya buat biaya hidup.to’ong petunjuk mbak dan rincian karena saya sampai takut buat npwp pribadi .trims atas petunjuk dan hitungannya. saya pengin jadi warga negara yang baik

    Reply

  31. Posted by dan on March 25, 2010 at 5:02 am

    Salam kenal Mbak. Saya mau tanya, Kalau saya 6 bulan di PT. A terus 6 bulan pindah di PT. B apakah gaji saya tinggal ditambahkan saja untuk hitung pertahun nya sesuai di bukti potong yg diberikan oleh masing perusahaan tsb?
    Thank buat info nya ya mbak.

    regards,

    Reply

    • Posted by kartikasari08 on April 3, 2010 at 10:08 am

      iya tinggal di tambahkan saja.. bukti potongnya jadi ada dua, 1 dari PT. A dan 1 dari PT. B

      Reply

  32. Posted by iwan on January 30, 2014 at 7:29 am

    apa iya pegawai pajaknya bisa tahan klo liat begitu banyaknya uang hasil pembayaran pajak dari masyarakat….??

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers

%d bloggers like this: